Studi lapang perbenihan kentang sistem aeroponik: Mutu air, nutrisi, penanaman dan penyimpanan
Lembang, (20/10/2026) -- BRMP Jakarta menyelenggarakan kunjungan lapang perbenihan kentang system aeroponik. Kegiatan yang menjadi bagian dari project Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) ini, bertarget meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis penangkar benih kentang anggota Koperasi Produsen Putra Cisurupan Berdaya. Kunjungan lapang ini diikuti juga oleh penyuluh dan pelaku perbenihan kentang dari BRMP Sulawesi Selatan.
Kunjungan dilakukan ke greenhouse perbenihan kentang yang dimotori oleh Ir. Hendra Gunawan, MP. dari Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang. Terdapat 4 (empat) hal penting yang dibahas pada kunjungan tersebut, mutu air, nutrisi, penanaman dan penyimpanan.
Mutu air dan nutrisi yang saling berkait
Dalam budidaya dengan teknis aeroponik, kandungan yang ada dalam air diupayakan harus di cek. Unsur logam pada air akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. pH air harus dikondisikan pada rentang 5,5 – 6,5. Saat melarutkan nutrisi, pH air dikondisikan optimal pada pH 6. Selanjutnya, pemberian nutrisi tidak hanya berpatokan pada konsentrasi larutan, tetapi perhatikan kondisi tanaman dalam mengaplikasikan nutrisi. Unsur hara yang harus tersedia meliputi hara makro (N, P, K, Ca, Mg dan S) dan hara mikro (Fe, Cu, Zn, Mn, B, dan Mo). Nutrisi diberikan selama 12-18 jam secara otomatis tergantung kondisi cuaca.
Penanaman untuk mendapat jumlah benih yang banyak
Bahan tanam pada aeroponik kentang berasal dari hasil kultur jaringan yang telah diaklimatisasi dan distek 3 (tiga) kali. Hasil stek ke-3 dapat ditanam ke system aeroponik pada umur 14-21 Hst. Tanaman kentang dapat diturunkan lebih ke bawah agar stolon yang terbentuk lebih banyak. Pada saat penanaman di instalasi aeroponik, posisi akar jangan sampai berada di bawah nozel. fungsi nozel berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman karena nozel berperan dalam suplai nutrisi.
Penyimpanan sederhana dengan omzet ratusan juta
Diakhir kunjungan, peserta ditunjukkan sistem penyimpanan yang sederhana tetapi dapat mempertahankan mutu benih kentang hingga hampir 1 tahun. Penyimpanan berupa rak bersusun vertikal dan ditutup dengan paranet hitam. Kentang yang disimpan telah digrading berdasar ukuran. Tiap ukuran dikemas menggunakan polynett masing-masing sebanyak 500 umbi. Penempatan benih diurutkan berdasar lot waktu panen. Penyimpanan sederhana ini mempertahankan persyaratan suhu sejuk (maksimal 24°C), gelap (ditutup dengan paranet), kering dan berventilasi.